Jenitri Pujotirto Kebumen: “Emas Hijau” yang Kian Diburu Pasar Global
Penulis
Admin Buntas
Tanggal
13 April 2026
Dilihat
8 Kali
Dipublikasikan
4 hari yang lalu

Biji yang berasal dari pohon Elaeocarpus ganitrus ini bahkan dijuluki warga sebagai “emas hijau” karena nilai ekonominya yang terus meningkat.
Kebumen, Jawa Tengah — Desa Pujotirto di Kabupaten Kebumen kini menjadi sorotan karena komoditas lokal bernama jenitri yang mengalami lonjakan permintaan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Biji yang berasal dari pohon Elaeocarpus ganitrus ini bahkan dijuluki warga sebagai “emas hijau” karena nilai ekonominya yang terus meningkat.
Permintaan Tinggi, Harga Terus Naik
Jenitri dikenal luas di pasar internasional dengan nama rudraksha, dan banyak dicari oleh pembeli dari India, Nepal, hingga Tiongkok. Permintaan yang tinggi ini didorong oleh kebutuhan bahan baku aksesoris spiritual seperti tasbih, gelang, hingga kalung meditasi.
Di Pujotirto, hampir setiap musim panen, pengepul langsung datang ke desa untuk membeli hasil petani. Harga jenitri pun bervariasi tergantung ukuran, bentuk, dan jumlah “mukhi” (garis alami pada biji), yang menjadi penentu kualitas. Semakin unik dan langka bentuknya, semakin tinggi pula nilainya.
Untuk Apa Jenitri Digunakan?
Jenitri memiliki nilai utama sebagai benda spiritual dan kesehatan alternatif, khususnya dalam tradisi Hindu dan Buddha. Berikut beberapa kegunaannya
Media ibadah dan meditasi: Digunakan sebagai tasbih untuk membantu fokus dan ketenangan saat berdoa.
Aksesoris spiritual: Dipercaya membawa energi positif dan perlindungan bagi pemakainya.
Produk kerajinan: Diolah menjadi gelang, kalung, dan berbagai perhiasan bernilai jual tinggi.
Pengobatan alternatif: Sebagian masyarakat percaya jenitri memiliki manfaat untuk menstabilkan emosi dan kesehatan tubuh.
Faktor Kenapa Jenitri Pujotirto Laku Keras
Beberapa faktor yang membuat jenitri dari Pujotirto sangat diminati antara lain:
Kualitas biji unggul — Jenitri dari Kebumen dikenal memiliki tekstur kuat dan pola mukhi yang jelas.
Iklim dan tanah cocok — Kondisi geografis mendukung pertumbuhan pohon jenitri berkualitas tinggi.
Permintaan ekspor stabil — Pasar luar negeri terus meningkat, terutama dari negara dengan tradisi spiritual kuat.
Nilai budaya dan spiritual — Tidak hanya sebagai komoditas, tetapi juga memiliki makna religius mendalam.
Dampak Ekonomi bagi Warga
Fenomena ini membawa dampak positif bagi masyarakat Pujotirto. Banyak petani yang mulai beralih atau menambah tanaman jenitri sebagai sumber penghasilan utama. Bahkan, beberapa warga kini tidak hanya menjual biji mentah, tetapi juga mengolahnya menjadi produk jadi untuk meningkatkan nilai jual.
Penutup
Dengan potensi pasar yang masih terbuka luas, jenitri dari Pujotirto, Kebumen diprediksi akan terus menjadi komoditas unggulan. Dukungan dari pemerintah dan pengembangan industri kreatif berbasis jenitri diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan lokal Indonesia ke dunia internasional.
© 2026 Paguyuban BUNTAS • Kebumen Atas
